Senin, 3 Agustus 2026

Akad Massal 62 Ribu KPR FLPP Dipimpin Prabowo, BRI Tegaskan Komitmen Dukung Ekonomi Kerakyatan

Photo Author
Taamira SJ, SudutJambi.com
- Senin, 3 Agustus 2026 | 17:39 WIB
Presiden Prabowo Pimpin Akad Massal 62 Ribu Debitur KPR FLPP, BRI Perkuat Peran sebagai Penggerak Ekonomi Kerakyatan. (Doc.BRI)
Presiden Prabowo Pimpin Akad Massal 62 Ribu Debitur KPR FLPP, BRI Perkuat Peran sebagai Penggerak Ekonomi Kerakyatan. (Doc.BRI)

SUDUTJAMBI.COM – Presiden Prabowo Subianto memimpin Akad Massal Debitur Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Sejahtera Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) yang diikuti sekitar 62 ribu debitur secara nasional di Perumahan Puri Delta City Side, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Kamis (30/7/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari percepatan Program 3 Juta Rumah yang digagas pemerintah untuk memperluas akses masyarakat terhadap hunian layak.
Dalam acara tersebut, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI menegaskan komitmennya mendukung program nasional tersebut melalui penyaluran pembiayaan perumahan yang menyasar masyarakat berpenghasilan rendah sekaligus pelaku usaha di sektor perumahan.
Presiden Prabowo menekankan bahwa keberhasilan penyediaan rumah bagi masyarakat tidak dapat dilepaskan dari sinergi antara pemerintah, sektor perbankan, pengembang, dan dunia usaha. Menurutnya, kolaborasi tersebut mencerminkan semangat Indonesia Incorporated, yakni seluruh elemen bangsa bergerak bersama untuk memperkuat perekonomian nasional.

Baca Juga: Jelang Presisi Merdeka Run Jambi 2026, Polda Jambi Perkuat Sinergi dengan Masyarakat dan Stakeholder

"Inilah yang kita maksud dengan Indonesia Incorporated: yang besar membantu yang kecil, dan yang kecil bekerja keras untuk menjadi produktif. Kita sadar bahwa apa yang sudah kita capai cukup membanggakan, tetapi kita juga sadar bahwa kebutuhannya masih sangat besar," ujar Prabowo.
Direktur Utama BRI Hery Gunardi mengatakan, sebagai bagian dari Danantara Indonesia, BRI terus memperkuat dukungan terhadap Program 3 Juta Rumah melalui pembiayaan yang menjangkau masyarakat maupun pelaku usaha di sektor perumahan.
Menurutnya, peran BRI tidak hanya sebatas memberikan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) kepada masyarakat, tetapi juga membangun ekosistem perumahan secara menyeluruh melalui pembiayaan bagi pengembang lewat Kredit Program Perumahan (KPP) serta Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan.

Baca Juga: Satreskrim Polresta Banyuwangi Gulung Komplotan ABH Pembobol Minimarket dan Sekolah, 5 Pelaku Ditangkap

"Sebagai bank yang berfokus pada pemberdayaan ekonomi kerakyatan, BRI akan terus memperkuat penyaluran pembiayaan perumahan melalui berbagai skema yang menjangkau masyarakat maupun pelaku usaha," kata Hery.
Ia menjelaskan, sektor perumahan memiliki efek berganda (multiplier effect) yang besar terhadap perekonomian nasional karena mampu menggerakkan industri bahan bangunan, jasa konstruksi, transportasi hingga menciptakan lapangan kerja.
Karena itu, BRI akan terus memperluas akses pembiayaan yang inklusif dan berkelanjutan guna memperkuat ekosistem perumahan, mendorong pertumbuhan ekonomi, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Pada akad massal tersebut, sebanyak 6.059 debitur BRI menjadi bagian dari sekitar 62 ribu peserta KPR Sejahtera FLPP di seluruh Indonesia.
Selain itu, BRI juga menyalurkan Kredit Program Perumahan (KPP) senilai Rp880 miliar kepada 7.100 debitur, yang terdiri atas pembiayaan sisi supply sebesar Rp308 miliar kepada 227 debitur dan pembiayaan sisi demand sebesar Rp572 miliar kepada 6.873 debitur.


Komitmen BRI dalam mendukung Program 3 Juta Rumah juga tercermin dari capaian penyaluran KPP. Sejak Oktober 2025 hingga 28 Juli 2026, perseroan telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp12,17 triliun kepada 87.055 penerima.
Sementara itu, sepanjang Januari hingga 28 Juli 2026, realisasi penyaluran KPP telah mencapai Rp10,94 triliun kepada 78.520 penerima, atau sekitar 91,18 persen dari target penyaluran tahun 2026 sebesar Rp12 triliun.
Di sisi lain, kontribusi BRI terhadap penguatan ekonomi kerakyatan juga terus diwujudkan melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR). Sejak 2015 hingga Juni 2026, BRI telah menyalurkan KUR sebesar Rp1.539 triliun kepada 45,4 juta penerima. Adapun selama Januari hingga Juni 2026, realisasi penyaluran KUR mencapai Rp103,81 triliun kepada lebih dari 2 juta debitur.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait mengungkapkan bahwa penyaluran rumah subsidi melalui skema FLPP pada 2025 menjadi yang tertinggi sejak program tersebut diluncurkan pada 2010.
Menurut Maruarar, sepanjang 2025 penyaluran rumah subsidi mencapai 278 ribu unit, melampaui capaian tahun 2023 yang sebanyak 228 ribu unit, sekaligus menjadi rekor tertinggi dalam sejarah program FLPP.

Baca Juga: LBI Siap Turun Tangan jika Walkot Batal Proses Hukum Penebang Pohon di Cihapit: Kami akan Suarakan Bandung Darurat Pengawasan


Acara tersebut turut dihadiri Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono, jajaran Kabinet Merah Putih, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Jaksa Agung ST Burhanuddin, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Chief Operating Officer Danantara Indonesia Dony Oskaria, BP Tapera, bank penyalur FLPP, pemerintah daerah, serta para pengembang perumahan.

Editor: Taamira SJ

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Terkini

X