Tetapi sering kali kita lupa bahwa ayat tersebut juga sedang berbicara kepada diri kita.
Hari ini kita mengantar saudara kita.
Suatu hari nanti, kita pula yang akan diantar.
Hari ini kita mendoakan orang yang telah pergi.
Suatu saat nanti, mungkin nama kita yang disebut dalam doa.
Maka untuk apa kita terlalu tinggi hati?
Untuk apa kita saling menjatuhkan?
Untuk apa kita bertengkar hanya karena jabatan dan kepentingan?
Bukankah semuanya akan kita tinggalkan?
Ketika masuk ke liang lahat, tidak ada lagi jabatan yang bisa dibanggakan.
Tidak ada kekuasaan yang bisa dipamerkan.
Tidak ada harta yang dapat menyelamatkan.
Yang kita harapkan hanyalah rahmat dan ampunan Allah SWT.
Jangan Menunggu Kehilangan untuk Menghargai
Kepergian Heri juga mengajarkan kita untuk tidak menunda kebaikan.