Kita akan menyusul.
Karena itu, selagi masih diberi umur, mari memperbaiki diri.
Selagi masih diberi kesempatan, mari memperbanyak kebaikan.
Selagi masih bisa bertemu, mari menjaga persaudaraan.
Jangan habiskan hidup untuk saling menjatuhkan.
Jangan merasa paling hebat.
Jangan mengukur manusia hanya dari jabatan dan kedudukannya.
Sebab pada akhirnya, manusia tidak dikenang karena seberapa tinggi ia pernah berdiri.
Manusia dikenang karena seberapa baik ia memperlakukan orang lain ketika masih hidup.
Dan mungkin itulah salah satu warisan terbesar yang ditinggalkan Heri.
Bukan harta.
Bukan jabatan.
Melainkan nama baik dan kepribadian yang patut diteladani.
Selamat Jalan, Saudaraku
Saudaraku Heri Farmansyah,