Dan mungkin, di situlah kematian mengajarkan kita sesuatu yang selama ini sering kita lupakan.
PWI Kehilangan Sosok Panutan
Heri Farmansyah bukan nama yang asing di lingkungan pers Jambi.
Ia pernah dipercaya mengemban amanah sebagai Sekretaris PWI Provinsi Jambi periode 2019–2022. Amanah yang tentu bukan sekadar jabatan, tetapi tanggung jawab untuk ikut menjaga marwah organisasi dan membangun kehidupan pers yang lebih baik.
Almarhum dikenal sebagai wartawan senior yang santun, pekerja keras, mudah bergaul, dan memiliki kepedulian terhadap wartawan-wartawan muda.
Banyak generasi muda pers di Jambi yang pernah mendapatkan arahan, pengalaman, dan nasihat dari almarhum.
Ketua PWI Provinsi Jambi, HR Ridwan Agus, menyampaikan rasa kehilangan yang mendalam. Baginya, Heri adalah sosok teman yang baik dalam organisasi dan memiliki dedikasi besar untuk memajukan PWI serta membina wartawan muda.
Sekretaris PWI Provinsi Jambi, Drs. Arwani, juga merasakan kehilangan yang tidak sederhana. Heri bahkan telah dianggap seperti adik sendiri.
Kesaksian-kesaksian itu mengandung pesan yang lebih dalam daripada sekadar ucapan belasungkawa.
Ketika seseorang telah pergi, yang tersisa bukan lagi jabatan yang pernah disandang.
Bukan pula kedudukan yang pernah dimiliki.
Yang tersisa adalah kesan yang ditanamkan dalam hati orang lain.
Dan Heri meninggalkan kesan itu.