Perbedaan tersebut menempatkan persoalan status, penguasaan, dan perlindungan lahan sebagai bagian penting dari agenda penyelamatan Muaro Jambi.
Muaro Jambi bukan sekadar kawasan situs purbakala. Kompleks percandian ini merupakan jejak penting peradaban masa lalu di Asia Tenggara yang menyimpan nilai sejarah dan kebudayaan yang tidak tergantikan.
Baca Juga: HBA Duduk di Barisan Depan, Bersalaman dengan Presiden Prabowo di Sidang Paripurna DPR RI
Industri dapat dipindahkan. Stockpile dapat direlokasi. Namun, kerusakan warisan sejarah tidak selalu dapat dipulihkan.
Kini, pemerintah dituntut mengubah perhatian menjadi tindakan konkret.
Persoalan di Muaro Jambi ini telah melewati batas isu lokal. Setelah dibawa ke UNESCO dan mendapat perhatian pemerintah pusat, publik kini menunggu keputusan tegas untuk menyelamatkan kawasan sebelum kerusakan menjadi tidak dapat dipulihkan.***