Rabu, 19 Agustus 2026

BRIN Genjot AI hingga Teknologi Nuklir, Siapkan Indonesia Jadi Kekuatan Teknologi dan Ekonomi Masa Depan

Photo Author
Taamira SJ, SudutJambi.com
- Jumat, 7 Agustus 2026 | 08:44 WIB
Tingkatkan Daya Saing Indonesia, BRIN Fokus Kembangkan Teknologi Nuklir hingga AI. (Doc. Brin)
Tingkatkan Daya Saing Indonesia, BRIN Fokus Kembangkan Teknologi Nuklir hingga AI. (Doc. Brin)

 

SUDUTJAMBI.COM  – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) terus memperkuat riset dan inovasi di bidang teknologi strategis, mulai dari teknologi nuklir hingga kecerdasan artifisial (AI), sebagai upaya mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Kepala BRIN Arif Satria mengatakan lembaganya kini tengah fokus mengembangkan teknologi-teknologi maju yang diharapkan mampu memperkuat daya saing ekonomi Indonesia dalam dua hingga tiga dekade mendatang.

Terlebih lagi, menurutnya, pengalaman berbagai negara menunjukkan adanya korelasi positif antara kapasitas inovasi, yang diukur melalui Global Innovation Index (GII), dengan Produk Domestik Bruto (PDB) per kapita.

Pada 2025, 10 besar peringkat GII didominasi oleh negara-negara maju dengan pendapatan per kapita yang tinggi, seperti Swiss, Swedia, Amerika Serikat, dan Korea Selatan.

Baca Juga: Prabowo Perkuat SDM Indonesia, Bangun Sekolah Unggulan dan Gandeng Universitas Terbaik Dunia

“Riset dan inovasi merupakan lokomotif pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan sekaligus fondasi daya saing Indonesia di masa depan," ujar Arif di Kompleks Istana Kepresidenan, Kamis (6/8).

Oleh karena itu, Arif mengatakan BRIN telah memetakan sejumlah fokus pengembangan teknologi yang diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dalam jangka panjang.

Pertama, BRIN akan fokus mengembangkan teknologi semikonduktor agar Indonesia tidak lagi bergantung pada chip asing. Kedua, BRIN juga akan menjadikan AI sebagai salah satu prioritas riset untuk meningkatkan produktivitas nasional.

Baca Juga: Kapolda Jambi Terima Kunjungan Ketua Pengadilan Tinggi, Perkuat Sinergi Penegakan Hukum

Terkait teknologi AI, Arif menambahkan bahwa BRIN telah mengintegrasikan teknologi tersebut dalam implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Salah satu inovasi yang telah dikembangkan adalah Food Guard, yakni perangkat pintar yang dipasang pada wadah makanan (ompreng) untuk menjaga kualitas makanan selama proses distribusi.

BRIN, lanjutnya, juga telah mengembangkan berbagai inovasi yang mencakup seluruh rantai ekosistem MBG, mulai dari penyediaan bahan pangan hingga sistem pemantauan berbasis AI.

Baca Juga: OJK Lantik Dua Pejabat Strategis, Perkuat Organisasi Hadapi Tantangan Sektor Keuangan

"BRIN membangun inovasi di seluruh rantai ekosistem MBG, mulai dari bahan pangan, mesin pengolahan, pengemasan, deteksi halal, distribusi, hingga sistem monitoring berbasis AI," ungkapnya.

Halaman:

Editor: Taamira SJ

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Terkini

X