Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto sebelumnya menyarankan agar aksi demonstrasi tidak dilaksanakan di bundaran HI.
Hal ini mempertimbangkan Bundaran HI sebagai pusat perekonomian kota.
“Apabila aksi di tetap dijalankan, maka akan mengganggu aktivitas masyarakat lainnya. Kita harus punya empati dan mempertimbangkan jika aktivitas masyarakat juga sama penting nya,” jelasnya, sebagaimana yang dikutip dalam konferensi pers di Jakarta, pada Selasa, 18 Agustus.
Sebagai solusi, Polda Metro Jaya bersama Kodam Metro Jaya menawarkan beberapa titik yang dapat dijadikan sebagai tempat menyuarakan aspirasi.
“Polda Metro Jaya dan Kodam Jaya menyarankan, ada beberapa titik dalam penyampaian aspirasi, sehingga ini bisa berjalan tertib” jelasnya lebih lanjut.
Budi juga menegaskan jika kehadiran aparat dalam aksi ini, hanya sebagai penjaga keamanan agar aksi berjalan tertib, bukan pembatas ruang-ruang publik.
“Bapak Kapolda Metro Jaya tadi, saat apel pagi juga menyampaikan standar operasional prosedur, jadi tidak dibenarkan membawa senjata api dalam penyampaian pendapat dimuka umum,” terang Budi.
Setidaknya 9.242 personel gabungan dikerahkan untuk mengawal dan mengamankan jalannya aksi unjuk rasa. Aparat yang bertugas terbagi di sejumlah titik di Jakarta.
Menanggapi PJJ dan WFH
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengimbau sekolah dan perusahaan swasta untuk melakukan PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh) dan WFH (Work From Home) pada Selasa, 18 Agustus 2026.
Imbauan ini berselang tidak lama dari seruan demo oleh BEM UI.
Menanggapi hal tersebut, Pranowo membantah jika adanya himbauan untuk PJJ dan WFH sebagai antisipasi dari demo hari ini.
"Hal yang berkaitan dengan PJJ, maka Pemerintah DKI Jakarta tentunya menindaklanjuti apa yang menjadi keputusan atau arahan pemerintah pusat melalui Menteri Sekretaris Negara," ungkapnya pada awak media, Selasa 18 Agustus 2026.
Lebih lanjut, Pramono tidak ingin berspekulasi terkait kebijakan yang berjalan dengan aksi demo yang tengah berjalan.