berita

Viral Pengunjung Hotel Labuan Bajo Berlarian ke Lobi saat Gempa, Sebut Air Laut Sempat Surut

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:01 WIB
Kondisi air laut di Labuan Bajo yang sempat surut usai terjadi gempa NTT M 7,7 pada Sabtu pagi, 15 Agustus 2026. (Threads/maulidyamrn)

Pihak Basarnas juga telah menyambangi hotel tempatnya menginap untuk mengingatkan agar pengunjung mencari tempat aman, yakni tempat lebih tinggi untuk berlindung.

Baca Juga: Program Unggulan Kasad Hadir di Bungo, Danrem 042/Gapu Resmikan Jembatan 120 Meter dan Sumur Bor

“Gempa susulan masih terus berlanjut, air laut pasang surut dan tadi pihak Basarnas juga sudah datang ke hotel tempat aku stay (Katamaran) memberi arahan untuk berlindung ke arah utara dan naik ke dataran tinggi,” ungkapnya.

“Terimakasih warga yg sudah mendoakan kami disini, semoga kita selalu dilindungi dimanapun kita berada,” sambungnya.

Kemudian dalam video lainnya, ia mengungkapkan bahwa air laut sempat naik, tapi sudah surut lagi.

Peringatan Tsunami yang Telah Dicabut BMKG

BMKG sendiri telah mengakhiri peringatan tsunami usai terjadinya gempa dan melaporkan terjadi gelombang tsunami di bawah 1 meter di sejumlah wilayah.

Baca Juga: Kapolres Muaro Jambi Dampingi Kapolda Resmikan Jembatan, Akses Warga Terpangkas 25 Menit

“Peringatan dini Tsunami yang disebabkan oleh gempa mag:7, tanggal: 15-Aug-26 04:58:24 WIB, dinyatakan telah berakhir,” tulis BMKG melalui akun media sosial X-nya pada Sabtu, 15 Agustus 2026.

Sementara itu, dilaporkan bahwa episenter gempa berada pada koordinat 8,35 Lintang Selatan dan 121,37 Bujur Timur atau sekitar 36 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, NTT, dengan kedalaman 10 kilometer.
***

Halaman:

Terkini