daerah

HBA Lantik PMI Sarolangun: Berbuatlah untuk Masyarakat, Ikhlas dan Tulus

Jumat, 12 September 2025 | 13:57 WIB
Ketua PMI Provinsi Jambi,Drs.H Hasan Basri Agus,MM (HBA)lantik PMI Sarolangun. (Doc. KS)

SUDUTJAMBI.COM ,Sarolangun – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sarolangun resmi memiliki kepengurusan baru untuk masa bakti 2024–2029.

Pelantikan Dewan Kehormatan dan Pengurus PMI dilakukan langsung oleh Ketua PMI Provinsi Jambi, Drs. H. Hasan Basri Agus, MM (HBA), di Aula Bappeda Sarolangun, Jumat (12/9/2025).

Pelantikan ini mengacu pada Surat Keputusan PMI Provinsi Jambi Nomor 006/knpp/provinsi/PMI/VIII/2025 tertanggal 27 Agustus 2025.

Dalam prosesi yang berlangsung khidmat itu, Aryo L. Fajrin, S.IP resmi dikukuhkan sebagai Ketua Umum PMI Cabang Sarolangun. Ia menerima bendera petaka PMI dari Ketua PMI Provinsi Jambi sebagai simbol tongkat estafet kepemimpinan.

Acara tersebut turut dihadiri PJ Sekda Sarolangun Ir. Dedy Hendry, M.Si, Waka II DPRD Sarolangun Dedi Ifriyansah, SM, Sekretaris PMI Provinsi Jambi Dr. H. Ahmad Siabuddin, M.Pd, jajaran Forkopimda, pimpinan OPD, akademisi, ormas, serta relawan PMI.

HBA: "PMI Bukan Sekadar Donor Darah"

Dalam sambutannya, HBA menegaskan bahwa PMI adalah organisasi sosial yang memiliki peran vital di tengah masyarakat, bukan hanya sebatas urusan donor darah.

"PMI juga membantu korban bencana alam, kebakaran, hingga program sosial seperti bedah rumah. Saya ucapkan selamat bertugas kepada pengurus PMI Sarolangun yang baru. Berbuatlah untuk masyarakat, karena apa yang ditanam suatu saat akan dipetik,"ujar HBA.

Ia juga mengingatkan bahwa semangat keikhlasan menjadi kunci pengabdian di PMI. "Kalau kita rajin membantu orang, insya Allah pertolongan Allah SWT juga akan datang. Lihat orang susah, doakan minimal, bersihkan hati, dan ikhlas lah dalam berbuat," ungkap HBA.

Tantangan Besar: Kebutuhan Darah Tinggi

Ketua PMI Sarolangun, Aryo L. Fajrin, mengakui pihaknya menghadapi pekerjaan rumah besar, terutama terkait ketersediaan darah.

"Tahun lalu permintaan darah mencapai lebih dari 1.000 kantong, sementara relawan donor darah kita hanya sekitar 200 orang. Tahun ini sudah meningkat jadi 300 relawan, tapi masih jauh dari cukup. Ini PR utama yang harus segera kita jawab,” ujar Aryo.

Untuk jangka pendek, pihaknya akan memperluas jejaring relawan donor darah, salah satunya dengan mengoptimalkan grup komunikasi khusus di WhatsApp agar respon permintaan darah bisa lebih cepat,"terang Aryo.

Dorong Pendirian Bank Darah

Lebih jauh, Aryo mengungkapkan rencana strategis PMI Sarolangun ke depan, yakni mengusulkan pembangunan Bank Darah dengan estimasi anggaran Rp 2,5 miliar.

"Kalau hanya untuk fasilitas bank darah tanpa laboratorium lengkap, biayanya bisa di bawah Rp 900 juta. Nanti lab-nya bisa kerja sama dengan rumah sakit daerah. Pendirian bank darah ini sangat penting agar kebutuhan masyarakat bisa terpenuhi dengan lebih baik,” jelas Aryo.

Pelantikan ditutup dengan penandatanganan berita acara, penyematan pin PMI kepada pengurus, serta sesi foto bersama.(Hi)

Terkini