SUDUTJAMBI.COM ,Jambi – Anggota MPR RI dari Fraksi Partai Golkar Dapil Jambi, Drs. H. Hasan Basri Agus, MM (HBA), kembali menegaskan bahwa pondok pesantren bukan tempat berkembangnya paham ekstremisme, melainkan lembaga strategis dalam membentuk karakter kebangsaan generasi muda.
Pernyataan tersebut disampaikannya saat menggelar Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Pondok Pesantren ARRAHMAH, yang berlokasi di Jalan Serma Husein Effendi, RT 15, Kelurahan Paal Merah, Kecamatan Paal Merah, Kota Jambi, pada Sabtu (28/6/2025).
Dengan mengusung tema:
“MPR RI Bersama HBA Membangun Bangsa yang Kokoh Demi Anak Cucu”,
acara ini diikuti oleh sekitar 150 santriwan dan santriwati, serta dihadiri oleh pendiri Ponpes H.M. Aspihani, ME, pimpinan Ponpes Ustadz Riyadul Jannah, M.Pd, para ustadz dan ustadzah, serta tim Tenaga Ahli DPR RI.
Kegiatan ini menghadirkan narasumber utama sekaligus Tenaga Ahli DPR RI, Ir. H. Syahrasaddin, yang menyampaikan materi Empat Pilar MPR RI dengan pendekatan interaktif dan edukatif.Suasana berlangsung hangat dan antusias. Para santri yang mampu menjawab pertanyaan seputar nilai-nilai kebangsaan diberikan hadiah sebagai bentuk apresiasi.
Tujuan Utama Sosialisasi Empat Pilar di Pesantren adalah Menanamkan nilai-nilai kebangsaan dan cinta tanah air,Memperkuat pemahaman Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika, Membentuk karakter santri religius, nasionalis, dan toleran,Menangkal paham radikalisme dan memperkokoh persatuan,Mendorong peran aktif pesantren dalam menjaga ideologi negara.
Perkuat Karakter Santri, Tangkal Radikalisme
Dalam sambutannya, HBA menyampaikan rasa syukur atas antusiasme para santri yang sudah memahami nilai-nilai dasar kebangsaan.
“Alhamdulillah, anak-anak kita sudah paham makna Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI, dan UUD 1945. Saya tegaskan, jangan ada lagi anggapan bahwa pesantren adalah tempat ekstremis. Itu keliru besar,” tegas HBA.
Apresiasi Ponpes ARRAHMAH
Sementara itu,H.M. Aspihani, ME, selaku pendiri Ponpes, menyampaikan apresiasinya kepada HBA yang telah menyampaikan materi dengan penuh kehangatan.
“Kehadiran Pak HBA sangat berarti bagi kami. Santri makin memahami empat pilar kebangsaan, dan semakin erat kebersamaan di antara mereka,” ucapnya.
Dari Santri untuk Bangsa
Salah satu peserta, Ustadz Abror, juga mengungkapkan rasa syukurnya. “Alhamdulillah, saya jadi paham empat pilar dan dapat ilmu baru. Terima kasih kepada Pak HBA yang membuka wawasan kami.”ungkap dengan rasa senang.
Kegiatan diakhiri dengan penyerahan sertifikat simbolis kepada para santri, dilanjutkan foto bersama, pemberian uang transport resmi dari negara, serta pembagian Al-Qur’an. HBA juga menyempatkan diri meninjau langsung gedung asrama santri dan mengadakan ramah tamah makan bersama.
Untuk diketahui,Ponpes ARRAHMAH yang berdiri sejak tahun 2017 fokus pada pendidikan tahfidz Al-Qur’an dengan 150 santriwan dan santriwati. Meski hanya berdiri di atas tanah seluas 10 tumbuk, pesantren ini telah meluluskan generasi berkualitas yang melanjutkan pendidikan hingga ke fakultas kedokteran dan perguruan tinggi unggulan di Jambi.
Harapan ke Depan:
Melalui kegiatan ini, HBA berharap para santri dapat menjadi pilar bangsa yang cerdas, toleran, dan siap menjaga keutuhan NKRI, serta menjadi duta pesantren yang mampu menepis stigma negatif terhadap lembaga keagamaan.
“Bangsa ini butuh generasi yang kokoh jiwanya, lurus akidahnya, dan kuat komitmennya terhadap Indonesia. Dan itu ada di pesantren,” pungkas HBA.(Hi)