Kamis, 30 Juli 2026

Lewat Ngopi Pendidikan Islam, HBA dan UIN STS Jambi Bangun Wacana Kurikulum Berbasis Cinta

Photo Author
Administrator, SudutJambi.com
- Jumat, 29 Agustus 2025 | 11:45 WIB
HBA dan UIN menggelar Kegiatan Ngopi Pendidikan Islam. (Doc. Sudutjambi.com)
HBA dan UIN menggelar Kegiatan Ngopi Pendidikan Islam. (Doc. Sudutjambi.com)

SUDUTJAMBI.COM ,Jambi — Anggota DPR RI Fraksi Golkar dari Dapil Jambi, Drs. H. Hasan Basri Agus, MM (HBA), bersama Universitas Islam Negeri (UIN) Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, menggelar kegiatan Ngopi (Ngobrol Pendidikan Islam) dengan tema “Sosialisasi Kurikulum Berbasis Cinta”.

Acara ini menghadirkan 100 guru Madrasah Tsanawiyah (MTs) se-Kota Jambi di Hotel Wiltop, Jumat (29/8/2025).

Kegiatan ini juga dihadiri Kabid Madrasah Kemenag Provinsi Jambi, Dr. H. Dedi Irama Silalahi, Rektor UIN STS Jambi Prof. Dr. H. Kasful Anwar, M.Pd., serta Dekan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Dr. Hj. Fadlilah, M.Pd sekaligus membuka acara ini.


Program Ngopi ini merupakan hasil kerja sama antara Komisi VIII DPR RI dengan Kementerian Agama RI, yang dalam pelaksanaannya dipercayakan kepada UIN STS Jambi, khususnya Fakultas Tarbiyah dan Keguruan.

Tujuannya untuk memperkuat pemahaman para guru madrasah tentang pentingnya menghadirkan pendidikan Islam yang ramah, inklusif, dan penuh kasih sayang.

Dalam sambutannya, HBA menegaskan bahwa pendidikan Islam harus dikembangkan dengan pendekatan humanis, tidak hanya berfokus pada pengetahuan, tetapi juga membentuk akhlak, empati, serta cinta damai.

"Ngopi ini bukan sekadar ajang diskusi, tetapi wadah mencari masukan langsung dari guru dan stakeholder pendidikan Islam. Semua catatan akan kami bawa ke pusat, agar menjadi bahan perbaikan, termasuk terkait anggaran di masa depan,"kata HBA.

Rektor UIN STS Jambi, Prof. Kasful Anwar, menekankan bahwa kurikulum berbasis cinta menjadi kunci agar guru mengajar dengan penuh kasih sayang.

“Guru yang mengajar dengan cinta, akan melahirkan siswa yang berkarakter dan berakhlak mulia,” ujarnya.

Sementara itu,Dekan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, Dr. Hj. Fadlilah, M.Pd., menambahkan bahwa program Ngopi ini tidak hanya menyasar guru, tetapi juga perguruan tinggi, pesantren, madrasah, dan tenaga kependidikan.

Fokusnya tidak sekadar berbasis cinta, melainkan juga peningkatan kompetensi, teknik pembelajaran, hingga penguatan kelembagaan,"terangnya.

Salah seorang peserta, Heldediksi, M.Pd.I, mengaku kegiatan ini sangat bermanfaat. "Kami sangat bersyukur ada program sosialisasi ini. Harapannya tidak berhenti pada sosialisasi, tapi berlanjut pada pendampingan penerapan kurikulum berbasis cinta di madrasah,"ujarnya.

 

Antusiasme peserta terlihat dalam sesi tanya jawab, di mana guru MTs menyampaikan beragam aspirasi, mulai dari penerapan kurikulum berbasis cinta, persoalan PPPK, hingga sarana prasarana pendidikan. Sejumlah peserta berharap kegiatan ini berlanjut ke tahap implementasi dan pendampingan di lapangan.

Acara berlangsung interaktif di moderasi Tenaga Ahli DPR RI, Ir. H. Syahrasaddin, M.Si, yang membuat suasana semakin hidup. Para narasumber pun memberikan jawaban yang komprehensif atas pertanyaan peserta.

Kegiatan Ngopi Pendidikan Islam bersama HBA ini menjadi ruang dialog penting antara DPR, akademisi, dan guru madrasah, dengan harapan dapat mewujudkan pendidikan Islam yang lebih humanis, inklusif, serta selaras dengan visi Indonesia Emas 2045.(Hi)

Editor: Administrator

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Terkini

X