SUDUTJAMBI.COM ,Jambi – Dalam rangka memperingati 747 Tahun Adat Melayu Jambi (1 Muharram 700 H – 1 Muharram 1447 H), Lembaga Adat Melayu (LAM) Provinsi Jambi bersama Dinas Pariwisata Provinsi Jambi menggelar Lomba Mewarnai bertema "AKU Bangga Menjadi Anak Jambi", Kamis (26/6/2025), di UPTD Taman Budaya Sungai Kambang, Kota Jambi.
Lomba ini menyasar anak-anak tingkat PAUD, TK, hingga SD kelas 1–4, dengan mengusung tiga objek budaya khas Jambi: potret pahlawan Jambi, pakaian adat Jambi, dan rumah tradisional Jambi. Sebanyak 150 peserta turut ambil bagian memperebutkan Piala Gubernur Jambi dan uang pembinaan.
Ketua LAM Provinsi Jambi, Drs. H. Hasan Basri Agus, MM (HBA) yang juga bergelar Datuk Temenggung Putro Jayodiningrat, secara resmi membuka kegiatan tersebut. Ia turut didampingi para pengurus LAM Jambi, serta Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Jambi, Imron Rosady.
Usai pembukaan, HBA menyempatkan diri meninjau pameran seni rupa karya anak-anak Jambi sekaligus melihat langsung antusiasme para peserta lomba mewarnai.
“Hari ini kita melaksanakan lomba melukis dan mewarnai tokoh pahlawan serta rumah adat Jambi, diikuti oleh anak-anak sekolah dari berbagai jenjang. Ini bagian dari peringatan Hari Adat Melayu Jambi, yang tujuannya membangkitkan semangat inovasi dan kreativitas anak-anak kita, serta menanamkan rasa cinta terhadap budaya lokal sejak dini,” ujar HBA.
Ia menambahkan, pengenalan terhadap tokoh dan simbol budaya Jambi seperti pahlawan dan rumah adat sangat penting agar anak-anak memiliki pondasi kebudayaan yang kuat dan tidak mudah terpengaruh oleh budaya luar yang tidak sejalan dengan nilai-nilai adat Melayu.
Senada dengan itu, Kadis Pariwisata Provinsi Jambi, Imron Rosady, menegaskan bahwa lomba ini merupakan bagian dari kerja sama strategis antara tiga pilar kebudayaan, yakni LAM Jambi, Dinas Pariwisata, dan UPTD Taman Budaya.
“Tujuan utama dari lomba ini adalah membangun kecintaan generasi penerus terhadap budaya daerah. Sejak dini mereka dikenalkan pada adat istiadat, sehingga ke depan mereka memiliki pondasi yang kuat dan tidak mudah goyah oleh budaya asing yang tidak sesuai dengan nilai lokal kita,” ujarnya.
Kegiatan ini tidak hanya mengasah kemampuan seni anak-anak, tetapi juga berperan sebagai media edukasi budaya yang dikemas dalam suasana ceria dan penuh semangat.
Diharapkan dengan adanya kegiatan ini, anak-anak Jambi semakin mengenal dan mencintai kekayaan budaya Melayu Jambi, tumbuh rasa bangga terhadap warisan leluhur, serta mampu mengekspresikan kreativitas mereka dalam kegiatan yang membangun karakter dan jati diri sebagai generasi penerus daerah.(Hi)